Hiraki
Sistem Memori
A. Hirarki Sistem Memori
Memori adalah bagian dari komputer yang digunakan untuk menyimpan program – program dan data – data disimpan, sehingga data akan diolah menjadi suatu data hasil olahan atau sistem informasi yang akan di outputkan, sedangkan program atau intruksi digunakan untukmengolah datatersebut.Hirarki dari memori dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Inboard Memori
Inboard memori adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yangpaling cepat , memori ini terdapat pada CPU/ prosesor. Contoh : Register Data, Register Alamat, Stack Pointer Register, Memori Addres Register, Instruction Register, dll.
b. Cache Memori
Meupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingakan. Cache Memory ini ada dua macam yaitu :
1. Cache Memory yang terdapat pada internal Processor , chace memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada Processor yang berharga mahal seperti P4,P3,AMD-Athlon dll, semakin tinggi kapasitas L1,L2 Chace memori maka semakin mahal dan semakin cepat Processor.
2. Chace Memory yang terdapat diluar Processor, yaitu berada pada MotherBoard, memori jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, meskipun tidak secepat chache memori jenis pertama ( yang ada pada internal Processor ). Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat. Hal ini bisa kita lihat pada Motherboard dengan beraneka ragam kapasitas chace memory yaitu 256kb, 512kb, 1Mb, 2Mb dll.
c. Memori utama Memori Utama Memori yang berfungsi untuk menyimpan data dan program. Jenis Memori Utama :
1. ROM ( Read Only memory) yaitu memory yang hanya bisa dibaca saja datanya atau programnya. Pada PC, ROM terdapat pada BIOS ( Basic Input Output System ) yang terdapat pada Mother Board yang berfungsi untuk men-setting peripheral yang ada pada system. Contoh: AMIBIOS, AWARD BIOS, dll. ROM untuk BIOS terdapat beragam jenis diantaranya jenis Flash EEPROM BIOS yang memiliki kemampuan untuk dapat diganti programnya dengan software yang disediakan oleh perusahhan pembuat Mother Board, yang umumnya penggantian tersebut untuk peningkatan unjuk kerja dari peripheral yang ada di Mother Board.
2. RAM (Random Acces Memory) yang memiliki kemampuan untuk dirubah data atau program yang tersimpan didalamnya. Ada bebrapa jenis RAM yang ada dipasaran saat ini :
• SRAM • EDORAM • SDRAM • DDRAM • RDRAM • VGRAM
Memori adalah bagian dari komputer yang digunakan untuk menyimpan program – program dan data – data disimpan, sehingga data akan diolah menjadi suatu data hasil olahan atau sistem informasi yang akan di outputkan, sedangkan program atau intruksi digunakan untukmengolah datatersebut.Hirarki dari memori dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Inboard Memori
Inboard memori adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yangpaling cepat , memori ini terdapat pada CPU/ prosesor. Contoh : Register Data, Register Alamat, Stack Pointer Register, Memori Addres Register, Instruction Register, dll.
b. Cache Memori
Meupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingakan. Cache Memory ini ada dua macam yaitu :
1. Cache Memory yang terdapat pada internal Processor , chace memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada Processor yang berharga mahal seperti P4,P3,AMD-Athlon dll, semakin tinggi kapasitas L1,L2 Chace memori maka semakin mahal dan semakin cepat Processor.
2. Chace Memory yang terdapat diluar Processor, yaitu berada pada MotherBoard, memori jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, meskipun tidak secepat chache memori jenis pertama ( yang ada pada internal Processor ). Semakin besar kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat. Hal ini bisa kita lihat pada Motherboard dengan beraneka ragam kapasitas chace memory yaitu 256kb, 512kb, 1Mb, 2Mb dll.
c. Memori utama Memori Utama Memori yang berfungsi untuk menyimpan data dan program. Jenis Memori Utama :
1. ROM ( Read Only memory) yaitu memory yang hanya bisa dibaca saja datanya atau programnya. Pada PC, ROM terdapat pada BIOS ( Basic Input Output System ) yang terdapat pada Mother Board yang berfungsi untuk men-setting peripheral yang ada pada system. Contoh: AMIBIOS, AWARD BIOS, dll. ROM untuk BIOS terdapat beragam jenis diantaranya jenis Flash EEPROM BIOS yang memiliki kemampuan untuk dapat diganti programnya dengan software yang disediakan oleh perusahhan pembuat Mother Board, yang umumnya penggantian tersebut untuk peningkatan unjuk kerja dari peripheral yang ada di Mother Board.
2. RAM (Random Acces Memory) yang memiliki kemampuan untuk dirubah data atau program yang tersimpan didalamnya. Ada bebrapa jenis RAM yang ada dipasaran saat ini :
• SRAM • EDORAM • SDRAM • DDRAM • RDRAM • VGRAM
1
2. Outboard Storage
Outboard Storage adalah penyimpanan yang memiliki kapasitas lebih besar dari pada inboard memori, dan bersifat non-voltaile, serta digunakan dalam kurun waktu tertentu. Contoh dari outboard storage ini antara lain:
a. Magnetic Disk
Adalah simpana luar yang terbuat dari satu atau lebih pringan yang bentuknya seperti piringan hitam yang terbuat dari metal atau dari plastik dan permukaannya dilapisi dengan magnet iron-oxide, dan memiliki Read/Write protect notch ( lubang proteksi baca dan tulis ).
b. Hard Disk
Terbuat dari piringan keras dari bahan alumunium atau keramik yang dilapisi dengan zat magnetik kapasitas dari hard disk berkisar antara 5 megabyte sampai 1 gigabyte.saat ini komputer telah menggunakan kapasitas hard disk hingga 80 gigabyte lebih.
3. Off-line Storage
Off-line storage tergolong dalam penyimpana yang lambat karena masih menggunakan pita magnetik. Riskannya penggunakan dana lama masa pakai membuat jenis penyimpanan ini saangat jarang digunakan. Contoh :
1. Cardride tape.
2. WORM, dll.
Tipe Memori, Waktu dan Pengontrolan.
Tipe memori berdasarkan tempat dan pengaksesan prosesor dibedakan menjadi:
1. Memori Internal
Register Main Memory Chache Memory Memori Eksternal Magnetik Disk Floppy Disk IDE Disk SCSI Disk RAID Optical Disk CDROM CD-R CD-RW DVD Pita Magnetik
1. Inboard Memori
Inboard memori adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yangpaling cepat , memori ini terdapat pada CPU/ prosesor. Contoh : Register Data, Register Alamat, Stack Pointer Register, Memori Addres Register, Instruction Register, dll.
b. Cache Memori
Meupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingakan. Cache Memory ini ada dua macam yaitu :
1. Cache Memory yang terdapat pada internal Processor , chace memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada Processor yang berharga mahal seperti P4,P3,AMD-Athlon dll, semakin tinggi kapasitas L1,L2 Chace memori maka semakin mahal dan semakin cepat Processor.
Off-line storage tergolong dalam penyimpana yang lambat karena masih menggunakan pita magnetik. Riskannya penggunakan dana lama masa pakai membuat jenis penyimpanan ini saangat jarang digunakan. Contoh :
1. Cardride tape.
2. WORM, dll.
Tipe Memori, Waktu dan Pengontrolan.
Tipe memori berdasarkan tempat dan pengaksesan prosesor dibedakan menjadi:
1. Memori Internal
Register Main Memory Chache Memory Memori Eksternal Magnetik Disk Floppy Disk IDE Disk SCSI Disk RAID Optical Disk CDROM CD-R CD-RW DVD Pita Magnetik
1. Inboard Memori
Inboard memori adalah memori yang dapat diakses langsung oleh prosesor Inboard memori dibagi menjadi 3:
a. Register Memori
Merupakan jenis memori dengan kecepatan akses yangpaling cepat , memori ini terdapat pada CPU/ prosesor. Contoh : Register Data, Register Alamat, Stack Pointer Register, Memori Addres Register, Instruction Register, dll.
b. Cache Memori
Meupakan memori berkapasitas kecil yang lebih mahal dari memori utama. Cache memori terletak antara memori utama dan register pemroses, berfungsi agar pemroses tidak langsung mengacu pada memori utama agar kinerja dapat ditingakan. Cache Memory ini ada dua macam yaitu :
1. Cache Memory yang terdapat pada internal Processor , chace memory jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, dan harganya sangat mahal. Hal ini bisa terlihat pada Processor yang berharga mahal seperti P4,P3,AMD-Athlon dll, semakin tinggi kapasitas L1,L2 Chace memori maka semakin mahal dan semakin cepat Processor.
2
2. Chace
Memory yang terdapat diluar Processor, yaitu berada pada MotherBoard, memori
jenis ini kecepatan aksesnya sangat tinggi, meskipun tidak secepat chache
memori jenis pertama ( yang ada pada internal Processor ). Semakin besar
kapasitasnya maka semakin mahal dan cepat. Hal ini bisa kita lihat pada
Motherboard dengan beraneka ragam kapasitas chace memory yaitu 256kb, 512kb,
1Mb, 2Mb dll.
Tipe Memori,
Waktu dan Pengontrolan.
Tipe memori berdasarkan tempat dan pengaksesan prosesor dibedakan menjadi: 1. Memori Internal
Register
Main Memory
Chache Memory
Memori Eksternal
Magnetik Disk
Floppy Disk
IDE Disk
SCSI Disk
RAID
Optical Disk
CDROM
CD-R
CD-RW
DVD Pita Magnetik
Tipe memori berdasarkan tempat dan pengaksesan prosesor dibedakan menjadi: 1. Memori Internal
Register
Main Memory
Chache Memory
Memori Eksternal
Magnetik Disk
Floppy Disk
IDE Disk
SCSI Disk
RAID
Optical Disk
CDROM
CD-R
CD-RW
DVD Pita Magnetik
Pengontrolan memori dapat dijabarkan :
1. Sequential access
Memori diorganisasi menjadi unit unit data yang disebutrecord.Akses harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi pengalamatan yang disimpan dipakai untuk memisahkan record record dan untuk membantu proses pencarian.Terdapat shared read/write mechanism untuk penulisan/pembacaan memorinya. Pita magnetik merupakan memori yang menggunakan metode sequential access.
2. Direct access
Sama sequential access terdapat shared read/writemechanism. Setiap blok dan record memiliki alamat unik berdasarkan lokasi fisiknya. Akses dilakukan langsung pada alamat memori. Disk adalah memori direct access
3. Random access
Setiap lokasi memori dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung. Contohnya adalah memori utama.
4. Associative access
Jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan. Data dicari berdasarkan isinya bukan alamatnya dalam memori. Contoh memori ini adalah cache memori Waktu akses memori dapat dijabarkan :
1. Access time
Bagi random access memory, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi baca atau tulis. Memori non-random akses merupakan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan mekanisme baca atau tulis pada lokasi tertentu.
2. Memory cycle time
Konsep ini digunakan pada random access memory terdiri dari access time ditambah dengan waktu yang diperlukan transient agar hilang pada saluran sinyal.
3. Transfer rate
Kecepatan data transfer ke unit memori atau dari unit memori. 1.Random access memory sama dengan 1/(cycle time). 2. Non-random access memory dengan perumusan :
TN = TA + (N/R) TN = Waktu rata rata untuk membaca atau menulis N bit TA = Waktu akses rata rata N = Jumlah bit R = Kecepatantransfer dalam bit per detik (bps)
B. Karakteristik Sistem Memori (secaraumum)
Ada 8 karakteristik Memori yaitu :
1. Lokasi Memori
Ada 3 lokasi keberadaan memori di dlm sistem komputer yaitu :
A. Memori Lokal (CPU)
• Memori ini built-in berada dalam CPU • Memori ini diperlukan untuk semua kegiatan CPU • Memori ini disebut register. Register digunakan sebagai memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor
1. Sequential access
Memori diorganisasi menjadi unit unit data yang disebutrecord.Akses harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik. Informasi pengalamatan yang disimpan dipakai untuk memisahkan record record dan untuk membantu proses pencarian.Terdapat shared read/write mechanism untuk penulisan/pembacaan memorinya. Pita magnetik merupakan memori yang menggunakan metode sequential access.
2. Direct access
Sama sequential access terdapat shared read/writemechanism. Setiap blok dan record memiliki alamat unik berdasarkan lokasi fisiknya. Akses dilakukan langsung pada alamat memori. Disk adalah memori direct access
3. Random access
Setiap lokasi memori dipilih secara random dan diakses serta dialamati secara langsung. Contohnya adalah memori utama.
4. Associative access
Jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan. Data dicari berdasarkan isinya bukan alamatnya dalam memori. Contoh memori ini adalah cache memori Waktu akses memori dapat dijabarkan :
1. Access time
Bagi random access memory, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan operasi baca atau tulis. Memori non-random akses merupakan waktu yang dibutuhkan dalam melakukan mekanisme baca atau tulis pada lokasi tertentu.
2. Memory cycle time
Konsep ini digunakan pada random access memory terdiri dari access time ditambah dengan waktu yang diperlukan transient agar hilang pada saluran sinyal.
3. Transfer rate
Kecepatan data transfer ke unit memori atau dari unit memori. 1.Random access memory sama dengan 1/(cycle time). 2. Non-random access memory dengan perumusan :
TN = TA + (N/R) TN = Waktu rata rata untuk membaca atau menulis N bit TA = Waktu akses rata rata N = Jumlah bit R = Kecepatantransfer dalam bit per detik (bps)
B. Karakteristik Sistem Memori (secaraumum)
Ada 8 karakteristik Memori yaitu :
1. Lokasi Memori
Ada 3 lokasi keberadaan memori di dlm sistem komputer yaitu :
A. Memori Lokal (CPU)
• Memori ini built-in berada dalam CPU • Memori ini diperlukan untuk semua kegiatan CPU • Memori ini disebut register. Register digunakan sebagai memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan data dalam prosesor
B. Memori Internal (Main memori)
• Diluar CPU tetapi bersifat internal terhadap sistem computer. • Diperlukan oleh CPU untuk proses eksekusi program. Sehingga dapat diakses secara langsung oleh prosesor tanpa modul perantara. • Memori internal menggunakan media RAM
C. Memori Eksternal
• Eksternal terhadap sistem komputer & berada diluar cpu • Untuk menyimpan data/instruksi secara permanen • Tidak diperlukan dalam proses eksekusi sehingga tidak dapat di-akses langsung oleh cpu • Memori ini terdiri dari perangkat storage peripheral (disk, pita, magnet , dll)
2. Kapasitas Memori
• Kapasitas register (memori lokal) dinyatakan dalam bit • Kapasitas main memori dalam byte (8 bit) atau word. Panj ang word umumnya 8,16 & 32 bit. • Kapasitas memori eksternal dinyatakan dalam byte
3. Satuan Transfer
Satuan transfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul memori.
• Bagi memori internal, satuan transfer merupakan jumlah Bit yg dibaca atau yg dituliskan ke dlm memori pd suatu saat.. Jumlah saluran ini sering kali sama dengan panjang word, tapi dimungkinkan juga tidak sama • Bagi memori eksternal, data ditransfer dlm juml yg jauh lebih besar dari word (block). Konsep Satuan Transfer • Word, merupakan satuan “alami”organisasi memori. Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan untuk representasi bilangan dan panjang instruksi. • Addressable units, pada sejumlah system, addressable unit adalah word. Namun terdapat system dengan pengalamatan pada tingkatan byte. Pada semua kasus hubungan antara panjang suatu alamat (A) dan jumlah (N) addressable unit adalah 2A =N. • Unit of Transfer adalah jumlah bit yang dibaca atau dituliskan, kedalam memori pada suatu saat. Pada memori eksternal, transfer data biasanya lebih besar dari suatu word, yang disebut dengan block
4. Metode Akses Memori
Terdpt 4 jenis pengaksesan satuan data, sbb:
a. Sequential Access
• Memori diorganisasikan menjadi unit –unit data yang disebut record • Akses harus dibuat dalam bentuk urutan linier yang spesifik • Informasi pengalamatan yang disimpan dipakai untuk memisahkan record –record dan untuk membantu proses pencarian. • Terdapat shared read/write mechanisme untuk penulisan/pembacaan memorinya. • Pita magnetic merupakan memori yang menggunakan metode sequential access
b. Direct Access
• Menggunakan shared R/W mechanism, tetapi setiap blok & record memiliki alamat yg unik berdasarkan lokasi fisik • Akses dilakukan langsung pada alamat memori • Waktu aksesnya bervariasi • Contohnya adalah akses pada disk
c. Random Access
• Setiap lokasi dpt dipilih secara random & diakses serta dialamati secara langsung. • Waktu mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya & bersifat konstan. • Contohnya adalah sistem main memori
d. Associative Access
• Jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan • Data dicari berdasarkan isinya bukan alamatnya dalam memori • Contoh memori ini adalah cache memori
5. Kinerja Memori
Ada 3 buah parameter u/ kinerja sistem memori, yaitu
• Waktu Aksess (seek time)
• Bagi RAM, waktu akses : waktu yg dibutuhkan untuk melakukan operasi W/R • Bagi non RAM, waktu akses : waktu yg dibutuh-kan u/ melakukan mekanisme W/R pd lokasi tertentu. • Waktu siklus (Cycle Time) • Waktu akses ditambah dgn waktu transien hingga sinyal hilang dari saluran atau u/ menghasilkan kembali data ini dibaca secara destruktif. • Konsep ini digunakan pada RAM • Laju Pemindahan (Transfer Rate) • Transfer rate : kecepatan pemindahan data ke unit memori/ditransfer dari unitmemori. • Bagi RAM, transer rate = 1/siklus waktu • Non-random access memory dengan perumusan sbb : TN = TA + (N/R) Dimana : TN = Waktu Rata-rata untuk membaca atau menulis N bit TA = Waktu Akses Rata-rata N = Jumlah Bit R = kecepatan transfer dalam bit per detik (bps)
6. Tipe Fisik Memori
Ada 2 tipe fisik memori, :
+ Memori Semikonduktor, memori ini memakai teknologi VLSI (very Large Scale Integration) Memori ini banyak digunakan untuk RAM + Memori Permukaan Magnetik, digunakan u/ disk atau pita magnetik.
7. Karakteristik Fisik
Ada 2 yg mencerminkan karakteristik tsb:
a. Volatile dan Non volatile
Volatile, informasi. akan rusak secara alami/hilang bila daya listrik dimatikan. Sedangkan Non volatile sebaliknya
b. Erasable non erasable
Erasable : isi memori dapat dihapus & di-gantikan dengan inf. dgn inf lainnya. Memori semikonduktor yg tdk terhapuska dan non volatile adalah ROM.
8. Organisasi
Pengaturan bit dalam menyusun word secara fisik.
• Setiap lokasi dpt dipilih secara random & diakses serta dialamati secara langsung. • Waktu mengakses lokasi tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya & bersifat konstan. • Contohnya adalah sistem main memori
d. Associative Access
• Jenis random akses yang memungkinkan pembandingan lokasi bit yang diinginkan untuk pencocokan • Data dicari berdasarkan isinya bukan alamatnya dalam memori • Contoh memori ini adalah cache memori
5. Kinerja Memori
Ada 3 buah parameter u/ kinerja sistem memori, yaitu
• Waktu Aksess (seek time)
• Bagi RAM, waktu akses : waktu yg dibutuhkan untuk melakukan operasi W/R • Bagi non RAM, waktu akses : waktu yg dibutuh-kan u/ melakukan mekanisme W/R pd lokasi tertentu. • Waktu siklus (Cycle Time) • Waktu akses ditambah dgn waktu transien hingga sinyal hilang dari saluran atau u/ menghasilkan kembali data ini dibaca secara destruktif. • Konsep ini digunakan pada RAM • Laju Pemindahan (Transfer Rate) • Transfer rate : kecepatan pemindahan data ke unit memori/ditransfer dari unitmemori. • Bagi RAM, transer rate = 1/siklus waktu • Non-random access memory dengan perumusan sbb : TN = TA + (N/R) Dimana : TN = Waktu Rata-rata untuk membaca atau menulis N bit TA = Waktu Akses Rata-rata N = Jumlah Bit R = kecepatan transfer dalam bit per detik (bps)
6. Tipe Fisik Memori
Ada 2 tipe fisik memori, :
+ Memori Semikonduktor, memori ini memakai teknologi VLSI (very Large Scale Integration) Memori ini banyak digunakan untuk RAM + Memori Permukaan Magnetik, digunakan u/ disk atau pita magnetik.
7. Karakteristik Fisik
Ada 2 yg mencerminkan karakteristik tsb:
a. Volatile dan Non volatile
Volatile, informasi. akan rusak secara alami/hilang bila daya listrik dimatikan. Sedangkan Non volatile sebaliknya
b. Erasable non erasable
Erasable : isi memori dapat dihapus & di-gantikan dengan inf. dgn inf lainnya. Memori semikonduktor yg tdk terhapuska dan non volatile adalah ROM.
8. Organisasi
Pengaturan bit dalam menyusun word secara fisik.
Pita Magnetik
II.1 Reel-to-reel tape
Merupakan bentuk pita magnetik yang paling tua.
Mempunyai ukuran lebar ½ inci dan panjangnya sekitar 2400 feet. Untuk tiap reel
pita magnetik, awal dan akhir dari pita terdapat suatu daerah yang tidak
digunakan untuk merekam data yang disebut leader.
BOT (beginning-of-tape) marker yaitu daerah
yang merupakan penunjuk awal dari tape dan EOT (end-of-tape) marker
merupakan penunjuk akhir dari tape yang dapat digunakan untuk merekam data. Volume
menunjukkan identitas dari tape, yang biasanya tiap-tiap tape mempunyai
identitas nomer atau kode tersendiri.
Header label menunjukkan informasi dari suatu file, termasuk nama
dari file dan tanggal perekaman dari file. Trailer label berisi
informasi yang sama dengan header label ditambah dengan informasi jumlah dari
record untuk file bersangkutan untuk
keperluan control total (kontrol dari jumlah record yang ada di file).
Masing-masing record di pita magnetik dipisahkan
dengan suatu gap (pemisah) yaitu interrecord gaps (IRG). Susunan record
yang demikian disebut dengan unblocked record. Lebar dari gap biasanya
sekitar ½ sampai 1 inci.
Gap tersebut tidak dapat digunakan untuk merekam data,
sehingga semakain banyak gap, berarti semakin banyak tempat yang terbuang.
Untuk menghemat tempat yang terbuang, maka beberapa record dapat dijadikan
sebuah block dan masing-masing block hanya dipisahkan dengan sebuah gap saja
yaitu interblock gaps (IBG). Jumlah dari record untuk tiap blockdisebut
dengan blocking factor. Misalnya tiap block berisi 3 buah record, maka
disebut dengan mempunyai blocking factor 3.
Jumlah dari data yang diletakkan di pita magnetik
untuk suatu panjang yang tertentu disebut tape density (kepadatan pita).
Semakin padat, maka semakin besar kapasitas dari pita. Kepadatan ini
ditunjukkan dengan ukuran byte per inch (BPI).
II.2 Cartridge Tape
Disebut juga streaming tape dirancang khusus untuk
menyimpan hasil dari suatu backup dari file di disk. Cartridge tape banyak
digunakan pada komputer mini.
Gambar II.2.Tape
cartridges are frequently used for backing up hard discs on microcomputers
II.3 Cassette Tape
Pita magnetik yang banyak digunakan di komputer mikro
adalah cassette tape. Selain untuk merekam musik dapat juga digunakan untuk
merekam signal berbentuk bilangan binari yang dikenal oleh komputer. Suatu
teknik yang digunakan untuk mewakili bilangan binari di cassette tape dikenal
dengan nama FSK (Frequency Shift Keying). Sebagai pembaca atau perekam
data digunakan tape recorder biasa.
Gambar.1I.3 .Cassette Tape
I.
Pembahasan
III.I System kerja
Pada proses penyimpanan
atau pembacaan data, kepala pita (tape head) harus menyentuh
media, sehingga dapat mempercepat kinerja pita. Data pada pita magnetik direkam
secara berurutan dengan menggunakan drive khusus untuk masing-masing jenis pita
magnetik.
Data yang disimpan dalam
pita magnetik berbentuk titik bermagnit, titik tersebut ditunjukan dengan tanda
panah, panah yang mengarah ke atas ada magnitnya (1), tanda panah yang mengarah
kebawah tidak ada magnitnya (0). Kolom vertikal terdiri dari 9 bits dimana 8
bits untuk menyimpan karakter dan 1 bits untuk parity check.
Gambar.III.1.
bilangan biner
III.I.1 Prinsip Magnetic
Bahan yang paling terpengaruh oleh
magnet adalah besi yang mengandung walaupun beberapa bahan lainnya juga
menunjukkan sifat magnetik. Ketika suatu material magnetik terkena medan magnet
menjadi "magnetised", yaitu, ia tetap medan magnet. Secara umum,
semakin sulit untuk magnetise bahan magnetik, semakin baik mempertahankan daya
tarik itu. Semakin mudah untuk material magnetik, semakin mudah untuk kemudian
menghapus magnet. Medan magnet dapat dihapus atau dikurangi dengan beberapa
cara termasuk pemanasan dan shock mekanik (memalu), tetapi untuk tujuan kita,
mereka adalah "Dihapus" oleh aplikasi medan magnet yang kuat
bolak-balik yang kemudian dikurangi menjadi nol. Lapangan ini siklus
berganti-ganti gaya magnet dari bahan yang de-magnetised (dihapus) dari satu
polaritas melalui nol dengan polaritas yang lain secara bertahap mengurangi
jumlah sampai amplitudo dari medan magnet jatuh ke nol dan material yang
tersisa dengan daya magnet nol.
Kepala yang digunakan dalam
duplicators harus dibuat dari bahan yang mudah magnetised dalam rangka untuk
menjalankan fungsi mereka, dan ini membuat mereka rentan untuk menjadi sengaja
magnetised oleh medan "nyasar" magnet. Suatu bagian penting dari
menggunakan Peniru adalah demagnetising teratur kepala dan komponen lainnya di
jalur rekaman.
[Catatan : Bahkan meninggalkan duplikator dalam satu
posisi untuk waktu yang lama akan menghasilkan medan magnet alami bumi yang
melakukan hal ini sampai batas tertentu.]
Karena lapisan tercatat kaset adalah
magnet, itu dipengaruhi oleh medan magnetik ini menemukan, bukan hanya medan
magnet yang terjaga dengan baik duplicators memproduksi dan kepala menghapus
rekaman. Seorang kepala budak akan gagal untuk benar merekam kaset jika itu
telah menjadi magnetised. Seorang Master Copy dapat sebagian atau seluruhnya
dihapus oleh medan magnet tersesat, dan ini bisa dihasilkan oleh seorang kepala
yang rusak atau beberapa komponen rusak lainnya di duplikator, atau dengan
sengaja menempatkan Master Salin ke dalam modul Slave. Kebanyakan kaset
duplicators mengabaikan mencatat melindungi lubang di kaset, sehingga mereka
akan menghapus Master Copy jika ditempatkan dalam modul yang salah. Copy Master
atau kaset disalin dapat rusak oleh medan yang dihasilkan oleh bagian lain dari
duplikator, seperti kerangka baja roller mencubit, jika bagian yang telah
menjadi magnetised.
[Catatan : Perlu dicatat bahwa sebuah magnet yang kuat
adalah bagian penting dari loudspeaker. Perawatan harus diambil untuk menjaga
pengeras suara, atau peralatan apapun yang mengandung loudspeaker, jauh dari
kaset dan dari duplicators tape.]
Kaset menggunakan "magnetic
tape", yaitu, sebuah pita plastik yang dilapisi dengan partikel magnet
halus, diselenggarakan di pengikat. Partikel, dan karenanya rekaman itu, bisa
magnetised. Binder tidak sempurna, dan beberapa dari partikel-partikel magnetik
menjadi hilang ke tape dan disimpan di atas kepala dan bagian lain dari
duplikator. Sayangnya, partikel-partikel ini secara kimiawi sangat mirip dengan
karat, dan perlu dihapus sebelum mereka menyebabkan karat atau bentuk-bentuk
lain dari korosi. Mereka juga sedikit kasar, dan ini menyebabkan dipakai
sebagai rekaman tersebut akan dipindahkan di atas kepala, pemandu tape, dll
Tape perekam dan pemutar kepala
terdiri dari sebuah "cincin" dari bahan mudah magnetised dengan
"celah" pada sudut kanan ke arah perjalanan tape, dan dengan sebuah
kumparan kawat tembaga luka di cincin.
"Rekaman kepala" mengubah
sinyal listrik menjadi medan magnet yang sesuai di jurang yang magnetises pita
saat melintas. Hal ini meninggalkan berbagai pola magnetisme pada pita yang
merupakan salinan dari sinyal listrik, yang pada gilirannya adalah salinan dari
tekanan udara dari suara asli.
Ketika direkam melewati celah dari
"Replay Kepala" pola gaya magnet pada pita menghasilkan sinyal
listrik yang sesuai dalam gulungan kepala. Pada akhirnya, ketika kaset
dimainkan, kepala replay (sering disebut dengan "bermain head") dari
pemain ternyata sinyal ini kembali menjadi suara.
Hal ini mungkin untuk menggunakan
kepala yang sama untuk kedua merekam dan memutar ulang, dan perekam kaset jenis
pelanggan yang paling melakukan hal ini. Tapi untuk performa optimal,
"Profesional" recorder biasanya memiliki catatan terpisah dan kepala
bermain sehingga setiap kepala dapat dioptimalkan untuk peran khususnya.
Duplicators beroperasi pada batas-batas teknologi karena kecepatan pita yang
lebih tinggi digunakan, dan sehingga kepala permainan dek Guru dan merekam
kepala Budak selalu berbeda.
Banyak duplicators termasuk
"menghapus" fasilitas di atas geladak budak, tetapi tidak semua
melakukannya. Hapus kepala beroperasi dengan menggunakan amplitudo konstan,
sinyal tingkat tinggi ke tape seperti lewat. Karena rekaman awalnya pengalaman
sebagai sinyal yang sangat kuat, yang menurun karena setiap partikel magnet
bergerak menjauh dari kepala, secara efektif menghapus rekaman.
III.I.2 Prinsip Listrik
Karena duplikator bergerak pita pada
beberapa kali kecepatan normal, hal ini menimbulkan rentang frekuensi perekaman
dengan faktor yang sama. Sebagai contoh, perhatikan Master Copy yang direkam
dengan suara memiliki kisaran 40 Hz sampai 10 kHz. Dalam sebuah operasi
duplikator pada kecepatan 8X, sirkuit sinyal harus menangani berbagai 320 Hz
sampai 80 kHz. Dalam kasus yang beroperasi duplikator di 16X, rentang frekuensi
640 Hz sampai 160 kHz! kepala Merancang dan sirkuit untuk rentang frekuensi
bisa menjadi tantangan serius!
[Catatan : Kepala digunakan dalam recorder biasanya
terbuat dari paduan khusus besi, tetapi paduan ini mungkin bukan yang paling
cocok untuk merekam frekuensi tinggi yang ditemukan di duplicators. Untuk
alasan ini beberapa duplicators modern opsional dapat dipasang dengan
"ferit" kepala. Ferrites adalah keramik sintetis, dan memiliki batas
atas frekuensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan "ferri" (paduan
besi) kepala. Ferrites biasanya lebih mahal, tapi lebih awet karena permukaan
dimana pita melewati lebih sulit. Oleh karena itu, di mana teknisi yang
kompeten hanya tersedia untuk mengunjungi pada interval waktu yang panjang,
biaya tinggi dibenarkan sebagai kepala memakai serius membatasi kinerja
duplikator.]
Sebuah komponen frekuensi tinggi
yang disebut "bias" ditambahkan ke sinyal diterapkan pada head di
semua recorder, termasuk duplicators. bias diperlukan untuk mendapatkan rekaman
linier, tetapi tidak dapat didengar dalam rekaman selesai. Frekuensi bias harus
pada frekuensi beberapa kali lebih tinggi daripada frekuensi sinyal tertinggi
untuk direkam, dan ini menambah kesulitan merancang rangkaian rekaman yang
sesuai. Selain itu, jumlah bias memiliki efek diucapkan pada rentang frekuensi,
tingkat kebisingan dan jumlah distorsi dari sinyal yang direkam. Oleh karena
itu harus akurat disesuaikan, tetapi ini biasanya dilakukan oleh teknisi yang
berpengalaman ketika servis peralatan. Jumlah optimum bias tergantung pada
jenis pita yang digunakan, sehingga sebaiknya harus disesuaikan untuk mendapatkan
kinerja yang terbaik dengan satu jenis / merek tape, dan kemudian hanya jenis /
merek tape digunakan untuk membuat salinan.
III.I.3 Prinsip mekanis
Semua tape recorder dan pemain
membutuhkan kaset untuk bergerak melewati kepala pada kecepatan konstan, tepat
dan duplicators tidak terkecuali. Awalnya, ini dicapai dengan mengemudi kapstan
menggunakan "sinkron" motor yang dengan desain mereka berputar pada
kecepatan terkunci dengan frekuensi listrik. Ini adalah sistem yang sederhana,
namun memiliki kelemahan bahwa frekuensi listrik yang berbeda di berbagai
belahan dunia. Baru-baru ini, duplicators telah menggunakan motor yang berjalan
pada kecepatan elektronik stabil. Ini dapat beroperasi dari induk frekuensi
apapun.
Semua duplicators saat ini digunakan
dalam GRN mempunyai tata letak mekanik konvensional, di mana tape ditarik
melewati kepala oleh roller (tekanan) mencubit, yang menekan pita terhadap
penggulung berputar. Beberapa berarti diperlukan untuk menyediakan kontrol
pasokan dan mengambil-up spindle, dan biasanya ini harus menyediakan fasilitas
setidaknya mundur. Hal ini biasanya dilakukan oleh salah satu dari sejumlah
kemungkinan susunan sabuk karet, slip kopling, roda gigi, dll Sarana harus
disediakan untuk merasakan akhir tape (rekaman selesai). Banyak duplicators
juga menyediakan mundur otomatis. duplicators lama biasanya akan mengontrol
pengoperasian berbagai fungsi dengan saklar listrik sederhana dan komponen
mekanik. Kemudian duplicators menggunakan model logika sirkuit elektronik untuk
mengontrol pengoperasian mekanisme tersebut.
Macam-Macam Pita Magnetik
a.
QIC
QIC adalah
singkatan dari dari quarter-inch-tape. Semula dibuat oleh perusahaan 3M untuk
menyimpan data telekomunikasi, tetapi kemudian banyak digunakan pada PC tunggal
karena harganya murah. Tape QIC secara otomatis mengoreksi data yang baru saja
ditulis, dan jika menemui kesalahan, otomotis akan menuliskan kembali ke bagian
pita berikutnya. Kelemahan utama QIC adalah pada kompatibilitasnya. Tak semua drive
QIC kompatibel dengan standar. Biasanya QIC menggunakan 72 track (jalur
penulisan data pada pita). Saat ini maksimal 144 track, dengan kemampuan
merekam data 10 sampai dengan 13 GB.
b.
Travan
Travan
dengan format TR-5 memiliki 108 track. Kemampuan penyimpanan sebesar 10GB/20GB
dan dengan kecepatan transfer data sebesar 1 Mbps.
c.
DAT
DAT merupakan singkatan dari Digital
Audio Tape. Teknologi DAT dipergunakan untuk merekam pada pita dengan lebar 4
mm dengan mempergunakan teknik perekaman helical scan, yaitu teknik yang
digunakan untuk merekam pada video tape dengan kecepatan putaran 2000 RPM. Pada
teknik helical scan, perekaman dilakukan dalam posisi tulis agak miring, mampu
merekam lebih padat. Untuk menghindari kesalahan, perekaman ditambah dengan ECC
(Error Correction Code). Bila ada kesalahan perekaman, perekaman akan dilakukan
ulang. Bila pada saat restore (data dibaca untuk dituliskan ke hard disk) pita
akan diputar terlebih dahulu untuk menemukan titik ujung penulisan data. Saat
mengembalikan data dari pita ke sistem komputer, apabila terjadi kesalahan,
kerusakan tersebut dapat diperbaiki dengan menggunakan ECC. Setelah semua data
terverifikasi dengan benar, seluruh data dituliskan ke hard disk. Salah satu
format DAT adalah DDS (Digital Data Storage). Salah satu standar DDS yaitu
DDS-4 yang mempunyai kapasitas 20GB (atau 40GB untuk yang terkompresi) dengan
kecepatan transfer data sebesar 2,4/4,8 Mbps.
d.
8mm
Teknologi
pita 8mm semula ditujukan untuk industri video, untuk menyimpan citra berwarna
berkualitas tinggi. Saat ini teknologi 8mm telah diadopsi oleh industri
komputer sebagai cara
menyimpan
data dalam jumlah besar, lebih besar daripada DAT. Pita 8mm juga memanfaatkan
teknologi helical scan. Selain itu ada dua protokol utama yang diterapkan pada
teknologi ini, dengan mempergunakan algoritma kompresi yang berbeda dan
teknologi drive yang berbeda juga. Teknologi tersebut adalah Mammoth buatan
Exabyte Corporation serta AIT (Advanced Intelligent Tape) buatan Seagate dan
Sony.
e.
Mammoth
Mammoth
memiliki teknologi yang lebih maju dan handal. Drive Mammoth memiliki suku
cadang yang lebih sedikit dibandingkan drive 8mm serta didesain secara khusus
untuk meningkatkan reliabilitas, dengan mengjaga kestabilan putaran dan
penarikan pita. Mammoth memiliki system peredam guncangan dan dapat mengkalibrasi
diri serta mencari serta melaporkan adanya kesalahan. Mammoth menggunakan ECC
Reed Solomon dua level yang dapat membetulkan kesalahan dengan menuliskan ulang
blok yang bersangkutan pada track yang sama. Mammoth-2 (M2) memecahkan standar
kecepatan dan kapasitas pita. Jika kecepatan semula hanya 12 Mbps dan dengan
kapasitas maksimal 60GB, maka dengan antarmuka Ultra 2/LVD SCSI, dengan hend
multichannel, algoritma pembetulan kesalahan ECC3, kompresi dengan ALDC
(Adaptive Lossless Data Compression), kapasitas maksimalnya menjadi 150GB dan
dengan kecepatan 30 Mbps. Mammoth mengalami perkembangan drastis pada teknologi
pita yang dahulunya dikenal sebagai peranti perekam yang kecepatannya sangat
jauh tertinggal dibandingkan dengan piringan magnetik.
f.
Teknologi AIT
Tape
cartridge AIT memanfaatkan cip MIC yangberupa EEPROM 64KB. Fungsi cip ini
adalah untuk merekam semua informasi yang kalau pada pita lain selalu terdapat
dalam segmen pertama. Informasi yang dimaksud antara lain berupa indeks yang
menandai lokasi data dalam berkas. Saat pita dimasukkan ke dalam drive,
konektor di dalam drive akan terhubung ke cip MIC. Karena lokasi data dalam
berkas dapat diketahui langsung dari cip MIC, maka drive dapat memperkirakan
seberapa jauh harus menggulung, dan tak perlu membaca tanda alamat seperti yang
ada di pita pada umumnya. Saat lokasi data hampir tercapai, kecepatan putaran
berkurang, dan motor mengurangi kecepatan untuk mulai membaca tanda identitas
alamat guna mencari lokasi data yang sebenarnya. Hasil dari teknologi adalah
kecepatan yang jauh meningkat sampai 150 kali kecepatan pita normal. Selain
itu, keausan media menjadi terkurangi karena head hanya membaca tanda identitas
alamat setelah mendekati lokasi file yang di minta saja. AIT juga memanfaatkan
teknologi ALDC (Advanced Lossless Data Compression) milik IBM. Selain itu juga
menerapkan ECC red-while-write yang mendeteksi dan membetulkan kesalahan
penulisan.
Sebagai
tambahan, integritas data lebih diperbaiki dengan memanfaatkan teknologi AME
(Advanced Metal Evaporated). Media pita biasanya berupa lapisan bahan magnetik
yang terbuat dari partikel metal atau oksida dengan berbagai kekuatan magnetik,
yang dikombinasi dengan bahan perekat untuk merekatkan bahan tersebut ke pita
plastik. Pelapisan media dapat dilakukan dengan penyemprotan. Namun, cara ini
dapat mengakibatkan kontaminasi media dengan bahan kimia lain yang berakibat
pada penurunan kualitas perekaman. Teknologi AME menggunakan ruangan hampa
udara berisi partikel metal yang diuapkan, karenanya molekul magnetik ini lebih
menyatu tanpa menggunakan perekat. Kemudian lapisan tersebut ditutup dengan
karbon yang sangat keras menyerupai intan DLC (Diamond Like Carbon) untuk
menjga lapisan magnetis di bawahnya dari keausan atau goresan. Dengan adanya
pemanfaatan teknologi AME ini maka usia
pita AIT
menjadi lebih lama. Pada generasi ketiga, AIT-3 memiliki kapsitas mencapai 100
gigabyte tanpa kompresi dan dengan kecepatan transfer 28 Mbps atau 260 gigabyte
dengan kompresi dan kecepatan 12 Mbps. Pada teknologi generasi berikutnya,
Super- AIT (S-AIT), yang memanfaatkan fitur AIT berkerapatan tinggi, kapasitas
tanpa kompresinya menjadi 500 gigabyte.
g.
Digital Linear Tape
Digital
Linear Tape (DLT) buatan DEC (Digital Equipment Corporation) dibuat pertama
kali pada pertengahan 1980; diterapkan pada mesin MicroVAX, yang akhirnya
dipergunakan oleh
Quantum
Corporation pada 1994. Pita DLT lebih lebar 60% dibandingkan dengan pita 8mm
dan merupakan pita magnetik yang terlebar. Track penyimpanannya 128 atau 208.
Hal yang unik pada pita DLT terletak pada rancangan mekanisme head-nya, yaitu
HGA (Head Guide Assembly). HGA yang berbentuk seperti bumerang dari plat
alumunium ini memungkinkan minimalisasi kontak antara pita dengan head tersebut,
sehingga memperpanjang usia pita maupun head. DLT juga memiliki sistem
pengendali akselerasi dan penurunan kecepatan pita dengan tepat, serta didesain
untuk dapat membersihkan diri. Hal ini membuat kontak antara pita dan head
terjadi dengan baik sehingga usia head sekitar 30.000 jam- jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan usia head peranti 8mm yang hanya 2.000 jam. Keunggulan DLT
yang lain adalah indeks berkas yang terletak di akhir pita, yang memungkinkan
head menemukan track tempat berkas berada cepat. Fitur ini membuat
produk-produk DLT dapat menemukan berkas apa saja dalam pita berkapasitas 20
gigabyte dalam rata-rata waktu 45 detik.
Untuk
mencegah kesalahan, DLT menggunakan pendekatan berlapis, dimulai dengan
pemanfaaatan cip ASIC (Application-specific Integrated Circuit) yang membuat
kode pembetulan kesalahan ECC Reed Solomon sebanyak 16 KB di setiap 64 KB data
pemakai, CRC (Cyclic Redundancy code) 64-bit serta EDC (Error-detecyion Code)
untuk setiap 4 KB data. Hal ini masih ditambah lagi dengan verifikasi penulisan
data pada saat penulisan, serta otomatis menuliskan kembali data yang direkam
pada saat dijumpai adanya kesalahan perekaman. Keunggulan utama DLT terletak
pada kapasitas penyimpanan yang lebih besar, kecepatan
transfer
data yang lebih tinggi, dan reliabitasi yang lebih tinggi, terutama karena
media pita tak menyentuh drive secara fisik.
h.
Super DLT
Super DLT
memanfaatkan teknik LGMR (Laser Guide Magnetic Recording) yang menggabungkan
antara perekaman optik dan magnetik dengan menggunakan laser sehingga dapat
menempatkan head perekaman secara lebih presisi dan lebih handal terhadap
goncangan dari luar. Sistem POS (Pivoting Optical Servo) yang diterapkan dalam
LGMR ini memungkinkan penulisan dalam track yang lebih padat, menurunkan biaya
pembuatan, serta meningkatkan kenyamanan pengguna karena tak perlu melakukan
pemformatan terlebih dulu.
Kapasitas
super DLT lebih ditingkatkan lagi sebanyak 10-20% dengan memanfaatkan sisi
belakang pita untuk merekam data. Sebagai hasilnya, diperoleh kapasitas
perekaman tak terkompresi sebesar 1,2 terabyte pada satu cartridge dan dengan
kecepatan transfer data 100 Mbps.
i.
Teknologi ADR
ADR
(Advanced Digital Recording) merupakan produk hasil riset Philip melalui anak
perusahaannya
OnStream. Produk pertama yang diluncurkan pada tahun 1999 memiliki kapasitas
normal 15
gigabyte dan 30 gigabyte untuk kompresi. ADR memiliki drive yang dapat mengatur
posisi secara tepat bila ada pergeseran pita yang paling kecil sekalipun. ADR
dapat membuat 192 track pada tape 8mm.
RAID
Apa itu RAID? Panduan & Perbandingan Lengkap
Tentang Teknologi RAID!
Apa itu
RAID? Menurut Wikipedia, RAID (yang kepanjangannya adalah Redundant
Array of Independent Disks), adalah sebuah teknologi di dalam penyimpanan
data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi
kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan
menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan
perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah.
Dengan RAID,
data yang disimpan akan dibagi/direplika ke beberapa hardisk secara
terpisah, guna untuk meningkatkan kehandalan data atau bisa juga untuk
meningkatkkan performa I/O hardisk.
Kehandalan
data bisa terpenuhi dengan RAID karena penyimpanan data tidak hanya diletakkan
di beberapa disk. Jika ada disk yang rusak, data akan tetap aman, dan hardisk
yang rusak dapat diganti dengan segera tanpa mempengaruhi eksistensi data.
Peningkatan performa I/O hardisk bisa terpenuhi karena ketika hardisk melakukan baca/tulis tidak dilakukan sendiri, tetapi dilakukan bersama-sama dengan hardisk lainnya. Istilahnya mereka secara gotong royong melakukan tugas. Sebagai contoh, RAID 0 dengan 2 hardisk, jika kecepatan per disk adalah 7200 rpm, maka dengan RAID 0, kecepatan berlipat ganda, 2 x 7200 rpm = 14400 rpm!
Peningkatan performa I/O hardisk bisa terpenuhi karena ketika hardisk melakukan baca/tulis tidak dilakukan sendiri, tetapi dilakukan bersama-sama dengan hardisk lainnya. Istilahnya mereka secara gotong royong melakukan tugas. Sebagai contoh, RAID 0 dengan 2 hardisk, jika kecepatan per disk adalah 7200 rpm, maka dengan RAID 0, kecepatan berlipat ganda, 2 x 7200 rpm = 14400 rpm!
Sejarah RAID
Penggunaan
istilah RAID pertama kali diperkenalkan oleh David A. Patterson, Garth A.
Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley,
Amerika Serikat pada tahun 1987. Tetapi walaupun mereka yang menggunakan
istilah RAID pertama kali, tetapi hak paten RAID sejatinya dimiliki oleh Norman
Ken Ouchi dari IBM, yang pada tahun 1978 mendapatkan paten nomor 092732
dengan judul “System for recovering data stored in failed memory unit”.
Level-Level Standar RAID
Pada
dasarnya, level standar RAID ada 5. Tetapi seiring dengan perkembangan
teknologi komputer, beberapa level-level baru bermunculan. Di artikel ini, saya
akan membahas 7 level RAID yang sering digunakan.
RAID 0
RAID 0 (atau yang disebut juga
dengan stripe set atau striped volume), data akan
disimpan terpisah secara merata ke dua hardisk atau lebih, tanpa informasi parity
untuk meningkatkan kecepatan. Parity data di RAID digunakan untuk memeriksa
error hardisk & mendapatkan redundansi data. Jika ada hardisk yang rusak,
secara otomatis RAID akan melakukan rekonstruksi data pada hardisk yang baru.
Nah, pada RAID 0, parity data tidak ada, sehingga jika ada hardisk yang rusak, maka secara otomatis data akan rusak. Tidak ada redundansi/kehandalan data di level RAID 0. Pada umumnya, RAID 0 digunakan untuk meningkatkan performa baca/tulis saja, atau untuk memperbesar kapasitas simpan, tanpa mementingkan redundansi data.
Nah, pada RAID 0, parity data tidak ada, sehingga jika ada hardisk yang rusak, maka secara otomatis data akan rusak. Tidak ada redundansi/kehandalan data di level RAID 0. Pada umumnya, RAID 0 digunakan untuk meningkatkan performa baca/tulis saja, atau untuk memperbesar kapasitas simpan, tanpa mementingkan redundansi data.
23
Seperti yang
sudah saya sebutkan sebelumnya, dengan RAID 0, kecepatan I/O hardisk akan
meningkat karena kinerja baca/tulis dikerjakan bersama-sama. Dengan 3 hardisk
SATA 7200 rpm, anda akan memiliki performa setara 3 x 7200 rpm = 21600 rpm.
Dengan RAID 0, 3 x 1 TB hardisk = 3 TB hardisk!
Dengan RAID 0, 3 x 1 TB hardisk = 3 TB hardisk!
RAID 1
Dengan RAID 1, data di hardisk
pertama akan di salin (mirroring) persis sama ke hardisk kedua. Jika anda lebih
mementingkan performa baca & kehandalan data, ketimbang simpan, maka RAID 1
adalah pilihan yang pas.
Pada RAID 1,
jika pada salah satu hardisk terjadi kerusakan, maka data akan tetap aman
karena sudah tersalin di hardisk kedua. Jika hardisk yang rusak mendapatkan
ganti, maka secara otomatis RAID 1 akan melakukan salinan/mirorring ke hardisk
yang baru.
2 Hardisk
yang diatur dengan RAID 1, total kapasitasnya hanya seperti memiliki 1 hardisk
saja. Jadi semisal 2 x 1 TB hardisk dengan RAID 1, maka kapasitas simpan yang
bisa dipakai adalah 1 TB saja.
Kecepatan
baca/tulis pada RAID 1 cukup bagus, walau tidak setinggi performa pada RAID 0.
Kekurangan RAID 1 hanyalah pada kapasitas simpan saja.
RAID 1
banyak digunakan pada operating system (OS) & transactional database.
24
RAID 5
RAID 5 menggunakan metode
block-level striping dengan data parity didistribusikan ke semua hardisk. RAID
5 cukup populer karena mampu menghadirkan redundansi data dengan biaya yang
tidak terlalu besar.
RAID 5
memiliki toleransi kerusakan disk hanya satu saja, sama seperti RAID 1. Jadi,
jika anda menggunakan 3 x 1TB hardisk, maka kapasitas simpan yang bisa
digunakan adalah 2 TB saja, karena 1 TB lainnya digunakan untuk toleransi
kerusakan.
RAID 5
memiliki performa baca dua kali lipat lebih cepat, tetapi tidak ada peningkatan
pada performa tulis. RAID level ini dianjurkan untuk penyimpanan data, file
server, atau untuk backup server.
RAID 6
RAID 6 sejatinya hampir sama dengan
RAID 5, yang membedakan cuma penambahan parity block. Jika pada RAID 5
toleransi kerusakan disk hanya satu, pada RAID 6 memiliki 2 disk. Dengan
penambahan ekstra parity block, maka redundansi data lebih bagus ketimbang RAID
5.
Performa
baca/tulis tidak ada beda dengan RAID 5. Level RAID 6 biasanya dianjurkan untuk
solusi HA (High Availability), Mission Critical Apps, dan server yang
membutuhkan kapasitas simpan yang besar).
RAID 10
RAID 10 biasa juga disebut dengan RAID
1+0 atau RAID 1&0, mirip dengan RAID 0+1, cuma
perbedaanya adalah penggunaan level RAIDnya dibalik.
RAID 10
sebenarnya bukan level standar RAID yang diciptakan untuk driver Linux MD. RAID 10 membutuhkan minimal 4 buah
hardisk.
RAID 10
adalah kombinasi antara RAID 0 (data striping) dan RAID 1 (mirroring). Memiliki
performa baca/tulis & redundansi data tertinggi (memiliki toleransi
kerusakan hingga beberapa hardisk).
RAID 10
memiliki toleransi kerusakan 1 hardisk per mirror stripe.
RAID 10
biasanya banyak diimplementasikan pada database, web server & server
aplikasi atau server-server yang membutuhkan performa hardisk tinggi.
RAID 50
RAID 50 (atau juga disebut dengan
RAID 5+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID 0 dengan
distribusi parity dari RAID 5. RAID 50 membutuhkan minimal 6 hardisk.
Jika salah
satu hardisk dari masing-masing RAID 5 ada yang rusak, data akan tetap aman.
Akan tetapi jika hardisk yang rusak tidak segera diganti, dan hardisk dari RAID
5 tersebut ada yang rusak lagi, maka semua data di RAID 50 akan rusak.
Penggantian hardisk harus dilakukan agar data tetap terjaga redundansinya. RAID
50 memilik toleransi kerusakan 1 hardisk per sub-array. Seperti halnya RAID 10,
RAID 50 juga memiliki performa baca/tulis & redundansi data tinggi
(memiliki toleransi kerusakan hingga beberapa hardisk).RAID 50 biasanya banyak
di implementasikan pada server database, server aplikasi, dan server
penyimpanan file.
RAID 60
RAID 60 (atau juga disebut dengan
RAID 6+0) merupakan kombinasi block-level striping dari RAID 0 dengan
distribusi parity dari RAID 6. RAID 60 membutuhkan minimal 8 hardisk.RAID 50
dan RAID 60 tidak banyak perbedaan, yang membedakan hanya pada toleransi
kerusakan hardisk. Jika pada RAID 50 toleransi kerusakannya 1 hardisk per
sub-array, sedang di RAID 60 adalah 2 hardisk per sub-array.RAID 60 biasanya
banyak di implementasikan pada solusi High Availability, Mission Critical
Apps,atau server yang membutuhkan kapasitas simpan besar.
27
Magnetik
Disk
1.Pengertian
Definisi Magnetic Disk
Magnetic Disk adalah piringan
bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan
dilapisi bahan yang dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang
digunakan disebut head yaitu kumparan pengkonduksi (conducting coil)
selama operasi pembacaan dan penulisan, head bersifat stationer sedangkan
piringan bergerak-gerak di bawahnya biasanya yang menggantung diatas permukaan
dan tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head
disk menyentuh ke permukaan.
Dalam magnetic disk terdapat dua metode layout data pada disk
yaitu Constant Angular Velocity dan Multiple Soned Recording.
Disk diorganisasi (permukaan dari piringan dibagi) dalam bentuk cincin – cincin
konsentris yang disebut track atau garis yang memisahkan atar track
seperti gambar dibawah. tiap track dipisahkan oleh gap, fungsi gap
adalah untuk mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan atau penulisan yang
disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan magnet.
Blok-blok data disimpan dalam disk berukuran blok yang disebut dengan sector. Track biasanya terisi beberapa sector, umumnya 10 hingga 100 sector tiap
tracknya, untuk lebih jelas lagi lihat gambar berikut ini :
Contoh dari Magnetic Disk :
- Harddisk
- Floppydisk
2.Metode
Pengalamatan Dalam Magnetic Disk
Metode pengalamatan dalam magnetic disk ada dua yaitu metode silinder dan
metode sektor, penjelasannya sebagai berikut :
1.Metode
Silinder
Metode silinder merupakan Pengalamatan
berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari
disk pack membentuk suatu silinder. Jadi bila suatu disk pack dengan 200 track
per permukaan, maka mempunyai 200 silinder. Bagian nomor permukaan dari
pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan.
Jika ada 11 piringan maka nomor permukaannya dari 0 – 19 atau dari 1 – 20.
Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track
yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
2.Metode
Sektor
Metode sektor, Setiap track dari pack dibagi kedalam
sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang
tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor, nomor track, nomor
permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh disk controller menunjukkan track
mana yang akan diakses dan pengalamatan record terletak pada track yang
mana.
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file.
Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file.
3.Karakteristik
Magnetic Disk
4.Komponen Pada
Magnetic Disk
Hard disk terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat
(platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu
cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi
dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini
ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle. untuk lebih jelasnya lagi
penjelasan dari komponen-komponen magnetic disk simak dibawah ini :)
1. Spindle
Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing.
Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing.
Dahulu hard disk menggunakan ball bearing namun kini hard disk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran hard disk. Semakin cepat putaran rpm hard disk maka semakin cepat transfer datanya.
2. Cakram
Magnetik (Magnetic Disk)
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik.
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik.
Hard disk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
3. Read-write
Head
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama.
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama.
Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.
4. Enclosure
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.
Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.
Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk tidak kedap
udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam hard disk karena
proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
5. Interfacing
Module
Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik yang
mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses data dari head dan
menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya. Interfacing modul
yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics)
dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin.
Teknologi terbaru dari interfacing module adalah teknologi Serial ATA (SATA). Dengan SATA maka satu hard disk ditangani oleh satu bus tersendiri didalam chipset, sehingga penanganannya menjadi lebih cepat dan efisien. hard disk SATA sekarang perlahan sudah menggantikan hard disk ATA yang makin lama mulai hilang dari pasaran.
Cukup sekian artikel Penjelasan Lengkap Tentang Magnetic Disk yang dapat saya share di malam ini semoga bermanfaat bagi sobat semuannya
:) jangan lupa selalu berkomentar untuk menghargai karya orang lain :v wkwkwkwk
sampai jumpa sampai bertemu kembali yak :D
Karakteristik Pada
Memori
Masalah yang kompleks dari memori
komputer akan lebih mudah kita pelajari dengan menggolongkannya menurut
karakteristiknya. Sistem memori komputer memiliki beberapa karakteristik
penting, diantaranya :
Lokasi
Ada 3 lokasi keberadaan memori di
dlm sistem komputer yaitu :
1.
Memori Lokal (CPU)
-
Memori ini built-in berada dalam CPU
(mikroprosesor)
-
Memori ini diperlukan untuk semua
kegiatan CPU
-
Memori ini disebut register.
Register digunakan sebagai memori sementara dalam perhitungan maupun pengolahan
data dalam prosesor
-
Diakses langsung oleh prosesor dalam
menjalankan operasinya
2.
Memori internal
-
Berada di luar CPU tetapi bersifat
internal terhadap sistem komputer,
-
Diperlukan oleh CPU untuk proses
eksekusi (operasi) program, sehingga dapat diakses secara langsung oleh
prosesor (CPU) tanpa modul perantara,
-
Memori internal sering juga disebut
sebagai memori primer atau memori utama.
-
Memori internal biasanya menggunakan
media RAM
3.
Memori Eksternal
-
Merupakan perangkat keras untuk
melakukan operasi penulisan, pembacaan, dan penyimpanan data di luar memori
utama
-
Diakses oleh prosesor melalui
piranti I/O
-
Eksternal terhadap sistem komputer
& berada diluar cpu
-
Untuk menyimpan data/instruksi
secara permanen
-
Tidak diperlukan dalam proses
eksekusi sehingga tidak dapat di-akses langsung oleh CPU. Memori ini terdiri
dari perangkat storage peripheral (disk, pita, magnet , dll)
Kapasitas Memori
Kapasitas
memori internal maupun eksternal biasanya dinyatakan dalam mentuk byte (1 byte
= 8 bit) atau word, keberadaan memori di dalam sistem Komputer.
-
Panjang word umumnya 8, 16, 32 bit
-
Memori eksternal biasanya lebih
besar kapasitasnya daripada memori internal, hal ini disebabkan karena
teknologi dan sifat penggunaannya yang berbeda
Satuan transfer
Satuan
transfer sama dengan jumlah saluran data yang masuk ke dan keluar dari modul
memori. Jumlah saluran ini sering kali sama dengan panjang word, tapi
dimungkinkan juga tidak sama. Bagi memori internal, satuan transfer merupakan
jumlah Bit yang dibaca atau yg dituliskan ke dalam memori pada suatu saat.
Jumlah saluran ini sering kali sama dengan panjang word, tapi dimungkinkan juga
tidak sama, sedangkan bagi memori
eksternal, data ditransfer dalam jumlah yang jauh lebih besar dari word
(block).
Konsep Satuan Transfer
·
Word, merupakan satuan “alami”
organisasi memori. Ukuran word biasanya sama dengan jumlah bit yang digunakan
untuk representasi bilangan dan panjang instruksi.
·
Addressable units, pada sejumlah
system, addressable unit adalah word. Namun terdapat system dengan pengalamatan
pada tingkatan byte. Pada semua kasus hubungan antara panjang suatu alamat (A)
dan jumlah (N) addressable unit adalah 2A =N.
·
Unit of Transfer adalah jumlah bit
yang dibaca atau dituliskan, kedalam memori pada suatu saat. Pada memori eksternal,
transfer data biasanya lebih besar dari suatu word, yang disebut dengan block
Metode Akses
Terdapat empat jenis pengaksesan
satuan data, yaitu sebagai berikut :
a.
Sequential access
-
Memori diorganisasikan menjadi
unit-unit data, yang disebut record.
-
Akses dibuat dalam bentuk urutan
linier yang spesifik.
-
Informasi pengalamatan dipakai untuk
memisahkan record-record dan untuk membantu proses pencarian.
-
Mekanisme baca/tulis digunakan
secara bersama (shared read/write mechanism), dengan cara berjalan menuju
lokasi yang diinginkan untuk mengeluarkan record.
-
Waktu access record sangat
bervariasi.
Contoh sequential access adalah
akses pada pita magnetik.
-
Terdapat shared read/write
mechanisme untuk penulisan/pembacaan memorinya.
-
Pita magnetic merupakan memori yang
menggunakan metode sequential access
b.
Direct access
-
Menggunakan shared R/W mechanism,
tetapi setiap blok dan record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi
fisik
-
Akses dilakukan langsung pada alamat
memori
-
Seperti sequential access, direct
access juga menggunaka shared read/write mechanism, tetapi setiap blok dan
record memiliki alamat yang unik berdasarkan lokasi fisik
-
Akses dilakukan secara langsung
terhadap kisaran umum (general vicinity) untuk mencapai lokasi akhir
-
Waktu aksesnya bervariasi.
Contoh direct access adalah akses
pada disk.
c.
Random access
-
Setiap lokasi dapat dipilih secara
random dan diakses serta dialamati secara langsung.
-
Waktu untuk mengakses lokasi
tertentu tidak tergantung pada urutan akses sebelumnya dan bersifat konstan.
Contoh random access adalah sistem
memori utama.
d.
Associative access
-
Setiap word dapat dicari berdasarkan
pada isinya dan bukan berdasarkan alamatnya dalam memori
-
Seperti pada RAM, setiap lokasi
memiliki mekanisme pengalamatannya sendiri.
-
Waktu pencariannya tidak bergantung
secara konstan terhadap lokasi atau pola access sebelumnya.
Contoh associative access adalah memori
cache.
Kinerja
Ada tiga buah parameter untuk
kinerja sistem memori, yaitu :
a.
Access time (Waktu Akses)
Bagi RAM, waktu akses adalah waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan operasi baca atau tulis. Bagi non RAM, waktu akses adalah waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan mekanisme baca tulis pada lokasi tertentu
b.
Cycle time (Waktu Siklus)
Waktu siklus adalah waktu akses ditambah dengan waktu
transien hingga sinyal hilang dari saluran sinyal atau untuk menghasilkan
kembali data bila data ini dibaca secara destruktif.
c.
Transfer rate (Laju Pemindahan)
Transfer rate adalah kecepatan pemindahan data ke unit
memori atau ditransfer dari unit memori. Bagi RAM, transfer rate sama dengan
1/(waktu siklus). Bagi non RAM terdapat hubungan:
TN =TA +n/R
TN = Waktu rata-rata untuk membaca
atau menulis N bit.
TA = Waktu access rata-rata.
n = Jumlah bit.
R = Kec. transfer, dalam bit per
detik (bps).
Tipe Fisik
-
Semikonduktor
-
Permukaan magnetik
Karakteristik Fisik
Ada dua kriteria yang mencerminkan
karakteristik fisik memori, yaitu:
a.
Volatile dan Non-volatile
Pada memori volatile, informasi akan rusak secara alami atau
hilang bila daya listriknya dimatikan. Selain itu, pada memori non-volatile,
sekali informasi direkam akan tetap berada di sana tanpa mengalami kerusakan
sebelum dilakukan perubahan. Pada memori ini daya listrik tidak diperlukan
untuk mempertahankan informasi tersebut. Memori permukaan magnetik adalah non
volatile. Memori semikonduktor dapat berupa volatile atau non volatile.
b.
Erasable dan Non-erasable
Erasable artinya isi memori dapat dihapus dan diganti dengan
informasi lain. Memori semikonduktor yang tidak terhapuskan dan non volatile
adalah ROM.
Keandalan Memori
Untuk memperoleh keandalan sistem ada tiga pertanyaan yang
diajukan: Berapa banyak ? Berapa cepat ?
Berapa mahal ?. Pertanyaan berapa banyak adalah sesuatu yang sulit
dijawab, karena berapapun kapasitas memori tentu aplikasi akan menggunakannya.
Jawaban pertanyaan berapa cepat adalah memori harus mempu mengikuti kecepatan
CPU sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar CPU dan memori tanpa adanya waktu
tunggu karena komponen lain belum selesai prosesnya. Mengenai harga, sangatlah
relatif. Bagi produsen selalu mencari harga produksi paling murah tanpa
mengorbankan kualitasnya untuk memiliki daya saing di pasaran. Hubungan harga,
kapasitas dan waktu akses adalah :
⦁ Semakin kecil
waktu akses, semakin besar harga per bitnya.
⦁ Semakin besar
kapasitas, semakin kecil harga per bitnya.
⦁ Semakin besar
kapasitas, semakin besar waktu aksesnya.
Dilema yang
dihadapi para perancang adalah keinginan menerapkan teknologi untuk kapasitas
memori yang besar karena harga per bit yang murah namun hal itu dibatasi oleh
teknologi dalam memperoleh waktu akses yang cepat. Salah satu pengorganisasian
masalah ini adalah menggunakan hirarki memori. Seperti terlihat pada gambar
4.3, bahwa semakin menurunnya hirarki maka hal berikut akan terjadi :
⦁ Penurunan
harga/bit
⦁ Peningkatan
kapasitas
⦁ Peningkatan waktu
akses
⦁ Penurunan
frekuensi akses memori oleh CPU.
Kunci keberhasilan
hirarki ini pada penurunan frekuensi aksesnya. Semakin lambat memori maka
keperluan CPU untuk mengaksesnya semakin sedikit. Secara keseluruhan sistem
komputer akan tetap cepat namun kebutuhan kapasitas memori besar terpenuhi.
Rangkaian Memori RAM -
EPROM
Mask ROM
Mask ROM adalah ROM yang tidak bisa
ditulis ulang (non-flashable) sehingga tidak dapat di up-grade. Data pada ROM
dimasukkan langsung melalui mask pada saat perakitan chip. Hal ini membuatnya
sangat ekonomis terutama jika kita memproduksi dalam jumlah banyak.Namun hal
ini juga menjadi sangat mahal karena tidak fleksibel. Sebuah perubahan walaupun
hanya satu bit membutuhkan mask baru yang tentu saja tidak murah. Karena tidak
fleksibel maka jarang ada yang menggunakannya lagi.
PROM (Programmable Read-Only Memory)
PROM kependekan dari Programmable
Read Only Memory.PROM adalah salah satu jenis ROM, merupakan alat penyimpan
berupa memori (memory device) yang hanya bisa dibaca isinya. PROM memang
tergolong memori non-volatile, artinya program yang tersimpan di dalamnya tidak
akan hilang walaupun komputer dimatikan (tidak mendapatkan daya listrik).
Program yang tersimpan di dalamnya bersifat permanen.Biasanya digunakan untuk
menyimpan program bahasa mesin yang sudah menjadi bagian hardware (perangkat
keras) komputer.Contohnya adalah program yang men-start komputer ketika
komputer baru dinyalakan (di-on-kan).Program yang ada di dalam PROM diisi oleh
pabrik pembuatnya.Pengisian program ke dalam PROM menggunakan alat khusus
bernama PROM burner, atau PROM Writer Program atau informasi yang telah
diisikan atau direkamkan ke dalam PROM, tidak dapat dihapus lagi.
EPROM
Dari semua jenis memori diatas, yang
sering digunakan adalah memori jenis EPROM (Erasable Programmable Read-Only
Memory)karena harganya paling murah dan mudah didapat dipasaran.EPROM merupakan
ROM yang dapat menghapus data yang tersimpan dan menuliskannya kembali dengan
program yang baru.Berikut ini adalah contoh dari memori jenis EPROM type 2764.
Ada tiga bagian pokok yang membentuk
EPROM yaitu masukan alamat, data keluaran, dan masukan kontrol.Masukan alamat
digunakan untuk memilih data yang tersimpan pada lokasi EPROM.Banyaknya lokasi
yang tersedia adalah 2 pangkat n alamat. Sehingga untuk EPROM yang terdiri dari
10 bit alamat, akan mempunyai 2 pangkat 10 = 1024 lokasi yang dapat teralamati.
Satu lokasi alamat didalam EPROM dapat menyimpan 8 bit data. Setiap bit data
yang tersimpan didalam EPROM akan berbentuk bilangan biner 1 atau 0. Untuk
mengaktifkan EPROM harus diperhatikan pena OE dan CE. OE ( Output Enable) jika
berlogic 0 maka keluaran D0 s/d D7 akan aktif. Jika OE berlogic 1 maka keluaran
D0 s/d D7 akan Hi-Z (Hi-Z atau High Impedansi merupakan keadaan yang menandakan
keluaran berada dalam keadaan tidak aktif). CE ( Chip Enable) harus berlogic 0
untuk mengaktifkan EPROM. Jika CE berlogic 1 keluaran akan Hi-Z dan tidak
terpengaruh oleh kondisi sinyal OE.
Untuk membaca EPROM alamat pada
mikroprosesor harus dihubungkan dengan alamat pada EPROM. Alamat ini akan
didekode oleh EPROM untuk menentukan lokasi yang ingin dipilih. Kemudian pena
OE dan CE harus berlogic 0 agar EPROM aktif. Untuk memprogram EPROM dapat
menggunakan EPW ( EPROM Programmer Writer). Pena PGM harus berlogic 0 ketika
memprogram EPROM. Pada operasi pembacaan normal, pena PGM diberi logic 1.
EEPROM
EEPROM kependekan dari Electrically
Erasable Programmable Read Only Memory.Seperti halnya PROM dan EPROM, EEPROM
merupakan memori non-volatile. Informasi, data atau program yang tersimpan di
dalamnya tidak akan hilang walaupun komputer dimatikan, dan tidak membutuhkan
daya listrik untuk mempertahankan atau menjaga informasi atau program yang
tersimpan di dalamnya. EEPROM adalah komponen yang banyak digunakan dalam
komputer dan peralatan elektronik lain untuk menyimpan konfigurasi data pada
peralatan elektronik tersebut. Kapasitas atau daya tampung simpan datanya
sangat terbatas.Pada sistem hardware komputer, chip EEPROM umumnya digunakan
untuk menyimpan data konfigurasi BIOS dan pengaturan (setting) sistem yang
berhubungan dengannya.EEPROM memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan EPROM.
EEPROM dapat dihapus secara elektris menggunakan sinar ultraviolet, sehingga
proses penghapusannya lebih cepat dibandingkan EPROM. Penghapusan juga dapat
dilakukan secara elektrik dari papan circuit dengan menggunakan perangkat lunak
EEPROM Programmer.Alat yang dapat digunakan untuk menghapus isi EEPROM disebut
EEPROM Rewriter.Produk EEPROM versi awal, hanya dapat dihapus dan diisi ulang
kurang lebih sebanyak 100 kali. Sedangkan produk-produk terbaru dapat dihapus
dan diisi ulang (erase-rewrite) sampai ribuan kali (bahkan beberapa informasi
menyebutkan mampu sampai 100 ribu kali)
Daftar
Pustaka




0 Komentar